Kerinci, – Puluhan wartawan dan LSM yang tergabung dalam liputan kabupaten Kerinci dan kota Sungaipenuh, selasa (5/7) melakukan protes dan tuntutan kepada dinas PU kabupaten Kerinci, terkait wajib lapor kepada wartawan yang melakukan peliputan dalam lingkup PU kabupaten Kerinci. Wajib lapor bagi wartawan dan LSM pada dinas tersebut , namun tidak berlaku bagi tamu lain, terutama bagi rekanan kontraktor. Protes ini, dikomandoi oleh Syukur Alam, ketua LSM-Merdeka dan mendapat dukungan dari seluruh wartawan dan LSM dalam kabupaten Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.
“Saya telah melapor kepada petugas Satpol-PP hampir 2 jam, namun belum tidak dipersilakan untuk masuk. Sementara, tamu lain terutama kontraktor, lalu lalang msuk kedalam ruangan kantor PU,” ungkap Syukur Alam.
Saat melakukan protes, puluhan wartawan ingin menghadap dengan kepala dinas Pekerjaan Umum Kerinci, untuk klarifikasi tentang aturan yang diterapkan oleh pihaknya. ”kita ingin bertemu dan klarifikasi dengan kepala dinas PU,” sebutnya.
Kurang terbukanya pihak PU terhadap public, merupakan salah satu pemicu terjadinya protes yang dilakukan oleh wartawan dan LSM liputan Kerinci dan kota Sungaipenuh. “PU sengaja menutupi informasi yang ada, dari kalangan wartawan dan LSM. Sementara bupati Kerinci, meminta kepada wartawan dan LSM untuk memberi informasi tentang pembangunan kabupaten Kerinci, yang baik,” sebut Syukur, dihadapan pegawai dan kalangan wartawan dan LSM.
Nasrun, sebagai vasilitator PU dihadapan rekanan wartawan dan LSM, ditolak wartawan dan LSM. “Kami tidak ingin bertemu dengan bapak Nasrun, kami ingin klarifikasi dengan kadis, atau sekretaris PU,” sebut rekanan. Bahkan kalangan wartawan menolak pertemuan dengan kadis secara perwakilan. “kita ingin pertemuan secara bersama dengan kadis, dan kami tidak ingin ada perwakilan,” sebut mereka.
Kalangan wartawan dan LSM sebut nama Kusairi, kabid. Binamarga sebagai ‘biang keroknya’. “semua diatur oleh Kusairi, sehingga wartawan dan LSM tidak bisa mendapat informasi kegiatan pembangunan pada dinas PU kabupaten Kerinci ini,” terang Syukur Alam.
Sejumlah kalangan wartawan dan LSM meminta kepada bupati Kerinci, agar Kusairi dilengser dari jabatannya. “dia biangkeroknya, kita meminta kepada bupati, untuk mengganti Kusairi dari jabatannya,” sebut kalangan Pers dan LSM.
Asraf, kepala satuan Pol-PP kabupaten Kerinci, melalui SMS nya, mengungkapkan, penempatan Pol-PP pada dinas PU untuk melakukan pengamanan bukan penghambatan.“Sampaikan dengan wartawan dan LSM, mulai besok Pol-PP akan ditarik ke Kantor Pol-PP semua, tugas Pol-PP pengamanan, bukan penghambatan,” tegas Asraf. (hen/Kerincinfo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar